Kamis, 02 September 2021

TERAMPIL DAN TERBIASA BERSIKAP JUJUR, AMANAH DAN ISTIQOMAH


TERAMPIL DAN TERBIASA BERSIKAP JUJUR, AMANAH DAN ISTIQOMAH

(Materi PABP Bab 2 : Hidup Tenang dengan kejujuran, Amanah dan Istiqomah)

 “Kelas 7 Semester Ganjil”

4.5 Menyajikan makna perilaku Jujur, Amanah, dan Istiqamah dan hadits terkait.


Bersikap jujur dalam mengerjakan soal ujian
 

Seorang muslim yang baik pasti akan selalu berusaha untuk menjadikan dirinya sebagai pribadi yang dapat menerapkan kebiasaan berakhlak mulia dalam kehidupannya sehari – hari. Marilah kita mencontoh beberapa sikap di bawah ini supaya terampil dan terbiasa menerapkan sikap jujur, amanah dan istiqomah.

 

Contoh – contoh sikap jujur dalam kehidupan sehari –hari.

      1.            Sebagai siswa yang baik, saat ujian, tidak akan mencontek walaupun ada peluang untuk melakukannya..

      2.            Apabila kita berbuat salah, maka harus berani dan tidak takut untuk mengakui kesalahan tersebut.

      3.            Ketika berada di perpustakaan sekolah, kita mengisi informasi yang benar saat meminjam buku.

      4.            Mengatakan yang sesungguhnya tanpa menambah atau mengurangi kata meski pahit sekalipun.

      5.            Tidak berbohong pada orangtua saat meminta uang.

      6.            Betul-betul melaksanakan solat, tidak berkata iya apabila memang belum solat.

      7.            Betul-betul datang ke sekolah dan tidak bolos sesuai apa yang dikatakan saat pamit di rumah.

      8.            Membayar barang yang dibeli sesuai dengan harga yang sudah ditentukan oleh penjual.

      9.            Tidak melakukan suap terhadap hal apapun, baik suap terhadap hakim, suap terhadap polisi, suap terhadap panitia kegiatan, dsb.

  10.            Berani bertanya kepada guru apabila belum mengerti terhadap pelajaran yang dipelajari, jangan berkata paham padahal sesungguhnya belum paham hanya karena gengsi terhadap teman-teman.

  11.            Mengembalikan barang yang ditemukan kepada sang pemilik walaupun barang yang ditemukan sangat berharga dan bernilai.

  12.            Bertindak dan berperilaku sesuai isi kata hati selama tidak melanggar ketentuan-ketentuan yang berlaku.

  13.            Tidak mengambil bagian maupun porsi-porsi hak orang lain.

  14.            Senantiasa memohon izin terlebih dahulu apabila meminjam / mengambil barang milik orang lain meskipun dengan keluarga dekat.

  15.            Mengembalikan kelebihan uang belanja pada orangtua.

  16.            Memberitahukan hasil ujian sekolah yang sebenarnya kepada orangtua.

  17.            Tidak berbohong kepada guru atau teman-teman.

  18.            Tidak mengambil barang milik teman.

  19.            Tidak berbohong atau memfitnah orang lain.

  20.            Mengakui kesalahan jika melanggar peraturan lalu lintas.

 

Contoh – contoh sikap amanah dalam kehidupan sehari – hari.

      1.            Saat ujian tidak membantu teman berbuat curang.

      2.            Menepati janji sesuai dengan kesepakatan sebaik mungkin.

      3.            Menjaga buku yang dipinjam dan mengembalikannya tepat waktu.

      4.            Tidak menceritakan rahasia seseorang apabila kita diberi kepercayaan untuk menjaga rahasia tersebut.

      5.            Memelihara nikmat yang diberikan Allah SWT.

      6.            Membelanjakan uang yang diberi orang tua sesuai peruntukannya.

      7.            Menjaga barang-barang milik orang lain yang dititipkan kepada kita dengan sebaik-baiknya..

      8.            Menjalankan seluruh perintah Allah SWT serta menjauhi laranganNya.

      9.            Mengerjakan PR serta tugas yang diberikan oleh guru dengan sebaik mungkin.

  10.            Menjalankan kepemimpinan atas jabatan yang diberikan kepada kita dengan penuh tanggungjawab dan tidak menyalahgunakannya.

  11.            .Menjaga diri kita dari perbuatan dosa dan maksiat, sebab badan ini merupakan titipan yang diberikan oleh Allah SWT.

  12.            Menjaga keuangan kas, baik kas sekolah serta kas negara dengan sebaik mungkin dan tidak melakukan tindakan korupsi.

  13.            Memelihara semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt. berupa umur, kesehatan, harta benda, ilmu, dan sebagainya.

 

Contoh – contoh sikap istiqomah dalam kehidupan sehari – hari.

      1.            Konsekuen menaati semua peraturan saat ujian.

      2.            Melaksanakan kewajiban dengan rasa senang dan bersungguh-sungguh serta tidak merasa dipaksa ataupun dibebani..

      3.            Bersungguh-sungguh membaca buku yang dipinjam di perpustakaan.

      4.            Meski dipaksa atau terdesak, tetap konsekuen tidak menceritakan rahasia orang lain.

      5.            Bekerja keras, tekun dan disiplin.

      6.            Mengerjakan sholat tepat waktu, konsisten dalam menjalani semua ibadah yang diperintahkan oleh Allah SWT meskipun dalam keadaan sulit.

      7.            Datang ke sekolah tepat waktu dan belajar dengan giat.

      8.            Belajar dengan rajin dan tekun hingga paham.

      9.            Senantiasa bersedekah setiap hari.

  10.            Tidak pernah membolos saat pelajaran sedang berlangsung.

  11.            Selalu mengerjakan PR tepat waktu dan tidak pernah terlambat mengumpulkan.

  12.            Mempertahankan rasa keikhlasan kita dalam menolong, jangan sampai jika orang yang kita tolong lupa berterima kasih lantas kitapun menyebut-nyebut pertolongan yang kita berikan padanya.

  13.            Selalu mejalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya kapanapun dan dimanapun.

  14.            Selalu menaati peraturan yang berlaku, baik yang ada di rumah, sekolah, maupun masyarakat.

Demikian beberapa contoh penerapan sikap jujur, amanah dan istiqomah dalam kehidupan sehari – hari. Semoga kita dapat menerapkannya dengan harapan mendapatkan ridha dari Allah SWT seta menjadi seorang muslim yang berakhlak mulia.

Rabu, 18 Agustus 2021

Lomba Menyambut Hari Kemerdekaan RI di SNESA (Apresiasi untuk kelas 7I)

 Dalam rangka memperingati dan memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 76, SMP Negeri 1 Ngunut mewajibkan siswa kelas 7 untuk mengikuti Lomba Foto lewat twibbon dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut :
1. Berfoto menggunakan seragam sekolah asal (SD / MI), yaitu seragam merah putih, hijau putih atau seragam Pramuka..
2. Menggunakan atribut lengkap menyesuaikan asal sekolah masing - masing.
3. Pose foto saat "Hormat Bendera Merah Putih".
4. Gambar siswa tampak jelas dari depan atau samping depan.
5. Gambar bendera tampak jelas dan tiang tegak lurus.
6. Sikap yang ditunjukkan ketika hormat bendera adalah sikap sempurna.
7. Foto terbaik akan mewakili kelas untuk dilombakan dengan kelas yang lain.
8. Tiga foto terbaik dari seluruh kelas 7 akan mendapat GIVEAWAY berupa
- Juara 1 pulsa paket senilai 100 ribu rupiah.
- Juara 2 pulsa paket senilai 50 ribu rupiah.
- Juara 3 pulsa paket senilai 25 ribu rupiah.
9. Foto dimasukkan aplikasi twibbon melalui link :

https://twb.nz/snesa17agustus2021

10. Lomba bersifat wajib untuk seluruh siswa kelas 7.

Tujuan dari kegiatan lomba ini adalah untuk menumbuhkan sikap nasionalisme dan patriotisme di kalangan pelajar / generasi muda dan untuk memeriahkan perayaan hari ulang tahun kemerdekaan RI ke 76 secara virtual untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Secara singkat yang dimaksud dengan twibbon adalah semacam foto profil yang dibuat menggunakan bingkai foto tertentu, untuk menunjukkan keikutsertaan serta dapat digunakan untuk kebutuhan dukungan promosi. Twibbon yang dilombakan di SMPN 1 Ngunut mengandung maksud untuk menunjukkan keikutsertaan anak - anak dalam peringatan HUT RI meskipun ada pembatasan pembatasan yang dilakukan untuk saling bertemu dan merayakan hari kemerdekaan bersama - sama. Sekaligus juga untuk mempromosikan SNESA karena dalam twibbon tersebut tertera jelas nama sekolah kita.

Menindaklanjuti kegiatan lomba tersebut siswa - siswi kelas 7I berusaha untuk mengikuti dan menampilkan hasil karya terbaiknya. Dari 34 jumlah siswa kelas 7I hanya 2 orang siswa yang tidak mengikuti lomba karena lost contact. Wali kelas sudah berusaha menghubungi melalui nomor HP siswa dan nomor HP orangtua tetapi tidak ada respon. (telepon tidak tersambung). Karena terbatasnya waktu, tidak ada kesempatan untuk melakukan home visite berkaitan dengan pelaksanaan lomba.

Ucapan terimakasih tentunya  disampaikan kepada wali siswa yang sudah mendampingi anak - anak selama di rumah untuk mempersiapkan karya masing - masing. Beberapa kali kita menelepon orangtua siswa dan sambutan yang diberikan sangat kooperatif.

Dan akhirnya inilah hasil karya anak - anak kelas 7I. Semoga ke depannya anak anak dapat membuat karya yang lebih baik lagi. Sebagai bentuk apresiasi, bagi yang masuk nominasi 5 besar akan disediakan hadiah hiburan. Siapa saja yang masuk nominasi 5 besar bisa dilihat nanti di bagian bawah.

Hasil karya siswa :

AFNAN NUR AMSAIN


AKBAR TRI WAHYUDIONO

ALIFIA ZHAFIRA PUTRI

AMARA VENADHA SASURYA

APRILIA PUTRI VYNATA

AVARO AL ZAIDAN

AVELINE VOLETA WARDANI

BRAMASTA PRIMAVERA

DAIVA GILDA PISAKHA

DEAVALERO BAYU ARDINATA


DIAZ AYU SAFA PUTRI

DIMAS GINANJAR SOFYAN RAMADANI

FAIRUZ QIYANDARU

FARIKA RAMADHANI

HASNA LATIFAH OMAR

JESSICA PUTRI ANGGRAINI

KEVIN ARDIANSYAH PUTRA

KEYSA LOVIANA

MASIDTA SABILA

M. ADZAN PANJI SAPUTRA

M. FAISAL DIKI SAPUTRA

M. YAZID FADILLAH

NABILA FRANDISCA OKTAFIANDRA

NAYSILA RHIMBUN ARTA

QIRENA DIANITA WAHYU ANGGRAINI

RAHMATUL AMIR PRASETYO

SANDRA DWI LESTARI

SEPTIAN INDRA PURNAMA

SHEILLA DWI PUSPITA

SHELO AGNI JULIANSYAH

VERA VIDYANA AULIA FERISKA

YUNA AULIANANTA

Demikian karya karya siswa kelas 7I. Dari semua hasil karya tersebut setelah mempertimbangkan dan mencermati ketentuan lomba dewan juri dapat mengambil 5 nominasi yang berhak mendapat hadiah hiburan.
Lima karya tersebut adalah :
Nominasi pertama : Aveline  Voleta Wardani


Nominasi kedua : Alifia Zhafira Putri


Nominasi ketiga : Rahmatul Amir Prasetyo


Nominasi keempat : M. Adzan Panji Saputra


Nominasi kelima : Aprilia Putri Vynata


Selamat untuk yang berhasil menjadi nominator dan untuk yang lain tetap semangat untuk berkarya. Masih banyak kesempatan di lain waktu untuk menunjukkan karya terbaik.
Dari kelima nominator tersebut berarti yang berhak maju untuk babak berikutnya adalah :
                     
AVELINE VOLETA WARDANI


Selamat dan sukses. Semoga bisa mendapatlkan predikat juara. Serta terimakasih untuk seluruh siswa siswi kelas 7I.
Salam "MERDEKA" untuk kita semua

Wali kelas 7I

Nurul Hidayah, S.Ag

Selasa, 29 September 2020

RANGKUMAN MATERI SHALAT WAJIB / SHOLAT FARDHU


RANGKUMAN MATERI SHALAT WAJIB / SHOLAT FARDHU

(Sumber : LKS MGMP PAI SMP Kab. Tulungagung)

Digunakan untuk KBM PAI di SMPN 1 Ngunut Tulungagung

Oleh : NURUL HIDAYAH, S.Ag

 


Pengertian.

Shalat menurut bahasa berarti do’a, sedangkan menurut istilah adalah ibadah yang berupa gerakan dan ucapan yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, dengan syarat dan rukun tertentu.

Hukum melaksanakan shalat fardhu lima waktu adalah wajib ‘ain bagi setiap muslim yang telah mukallaf (akil baligh dan berakal sehat). Artinya tidak dapat ditinggalkan walau dalam keadaan bagaimanapun.

Adapun perintah mengerjakan shalat fardhu ini banyak sekali disebutkan dalam    Al Qur’an maupun hadis Nabi antara lain :

Firman Allah Q.S. An Nisa’ : 103




Artinya   :  “.... Maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana bisa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (Q.S. An Nisa’ : 103)

 

Ayat di atas, selain menjadi dasar kewajiban mendirikn shalat fardhu, juga menegaskan tentang waktu-waktu shalat. Dengan demikian, ketika hendak mengerjakan shalat maka harus sesuai dengan waktu masing-masing. Hikmah ditentukannya waktu shalat antara lain melatih seseorang agar berdisplin, termasuk berdisplin waktu.

Sabda Nabi SAW :




Artinya   :  “Perintahkanlah anak-anakmu mengerjakan shalat waktu usia mereka meningkat tujuh tahun, dan pukullah mereka (beri contoh mereka) bila enggan melaksanakannya waktu usia sepuluh tahun.” (H.R. Ahmad, Abu Daud, dan Hakim)

 

Syarat Wajib Shalat

Yang dimaksud dengan syarat wajib shalat adalah hal-hal yang menjadikan seseorang diwajibkan mengerjakan shalat. Adapun syarat-syarat tersebut sebagai berikut :
a.       Islam
b.       Baligh (dewasa)
c.       Suci ( dari haid dan nifas bagi wanita)
d.      Berakal (tidak gila)
e.       Dakwah telah sampai, artinya telah sampai padanya berita atau pemberitahuan bahwa shalat itu wajib.
f.        Jaga atau sadar (orang yang tidak sadar tidak wajib shalat, begitu juga orang yang lup

Syarat Sah Shalat

Yang dimaksud dengan syarat sahnya shalat adalah hal-hal yang harus dipenuhi sebelum shalat, agar shalatnya menjadi sah.


Rukun Shalat

Rukun shalat adalah segala hal yang harus dilakukan dalam shalat, jika ada yang ditinggalkan, maka shalatnya tidak sah. 



Sunah-sunah dalam Shalat

Sunah adalah segala sesuatu yang lebih utama dilakukan, tetapi jika ditinggalkan tidak sampai menjadikan shalat itu batal. Adapun yang termasuk dalam sunah shalat adalah :

1. Membaca basmalah sebelum shalat,

2. Mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram,

3. Mengangkat kedua tangan ketika akan rukuk, berdiri dari rukuk, dan berdiri dari tasyahud awal,

4. Meletakkan tangan kanan di atas punggung tangan kiri,

5. Melihat ke tempat sujud, kecuali saat membaca syahadat tauhid,

6. Membaca do’a iftitah sesudah takbiratul ihram (sebelum membaca surat Al Fatihah),

7. Membaca ta’awudz sebelum membaca basmalah,

8. Diam sebentar sebelum dan sesudah membaca surat Al Fatihah,

9. Membaca amin sehabis membaca surat Al Fatihah,

10. Membaca surat atau ayat Al Qur’an sesudah membaca surat Al Fatihah,

11. Mengeraskan bacaan Al Fatihah dan bacaan surat atau ayat Al Qur’an pada rakaat pertama dan kedua shalat Maghrib, Isya’ dan Shubuh,

12. Membaca takbir di setiap perpindahan gerakan shalat (takbir intiqa’), kecuali ketika i’tidal (bangun dari rukuk) membaca “sami’allahu liman hamidah”,

13. Membaca do’a  i’tidal,

14. Meletakkan telapak tangan di atas lutut ketika rukuk dan sewaktu duduk tahiyat awal dan akhir,

15. Membaca tasbih tiga kali ketika rukuk,

16. Membaca tasbih tiga kali ketika sujud.

17. Membaca do’a ketika duduk diantara dua sujud,

18. Duduk iftirasy,

19. Duduk istirahat (sebentar) sesudah sujud kedua sebelum berdiri,

20. Bertelekan ke tempat shalat ketika hendak berdiri dari duduk,

21. Berdo’a (memohon perlindungan dari azab) sesudah tahiyat akhir,

22. Memberi salam yang kedua,

23. Menoleh ke kanan pada saat salam pertama dan ke kiri pada saat salam kedua

 

Hal-hal yang Membatalkan Shalat

Shalat seseorang menjadi batal jika ia melakukan hal-hal sebagai berikut :

a. Meninggalkan rukun atau memutuskan rukun sebelum sempurna dengan sengaja,

b. Meninggalkan salah satu syarat shalat,

c. Berbicara dengan sengaja di luar bacaan shalat,

d. Bergerak lebih dari tiga kali berturut-turut selain gerakan shalat,

e. Makan atau minum,

f. Berubah niat.

 

Kaifiat Shalat Fardhu

Kaifiat shalat fardhu adalah tata cara yang sudah ditentukan dalam melakukan shalat, baik berupa susunan bacaan maupun gerakan. Kaifiat shalat dikerjakan berurutan sebagai berikut (contoh untuk sholat Subuh) :

1. Berdiri bila yang mampu, lurus menghadap kiblat, mata memandang tempat sujud, kedua tangan lurus kebawah di sisi badan, dan jari tangan terbuka. Kaki jangan terlalu rapat atau terlalu renggang.

2. Mengangkat kedua tangan dengan jari-jari terbuka sejajar dengan telinga. Boleh juga ibu jari menyentuh daun telinga di bagian bawah. Bagi laki-laki kedua ketiak direnggakan, dan bagi perempuan dirapatkan. Gerakan ini (mengangkat kedua tangan) selalu dilakukan setiap akan rukuk, bangun dari rukuk, dan berdiri setelah tasyawud awal.

3. Bersedekap : tangan kanan di atas tangan kiri (menggenggam pergelangan tangan kiri), telunjuk tangan kanan lurus di atas tangan kiri, dan mata tetap lurus menatap tempat sujud.

4. Rukuk : badan membungkuk, punggung dan kepala sama datar. Kedua telapak tangan berpegangan pada kedua lutut, jari-jari mengarah ke bawah. Pandangan  tetap menatap tempat sujud.

5. I’tidal pertama : berdiri kembali dari rukuk sambil mengangkat kedua tangan, kemudian tangan kembali lurus ke bawah sisi badan.

6. Sujud pertama : kedua telapak tangan dengan jari-jari terbuka, kedua lutut, dahi, hidung, dan kedua jari-jari kaki menyentuh pada tempat shalat dan jari-jari ditekuk menghadap kiblat. Kedua siku direnggangkan dari badan bagi laki-laki, dirapatkan bagi perempuan.

7. Duduk diantara dua sujud : pantat di atas telapak kaki kiri, sedangkan telapak tangan tegak, dan jari-jari kanan ditekuk menghadap kiblat (duduk iftirasy).

8. Sujud kedua : gerakan sama dengan gerakan pada sujud pertama (point 6)

9. Berdiri kembali untuk melaksanakan rakaat kedua, gerakan sama seperti point 3.

10. Rukuk kedua : gerakan sama seperti pada gerakan i’tidal pertama (point 4).

11. I’tidal kedua : gerakan sama seperti  pada gerakan i’tidal pertama (point 5).

12. Qunut (bagi yang biasa melakukan), kedua tangan menengadah dalam keadaan berdo’a.

13. Sujud ketiga : gerakan sama seperti pada gerakan sujud pertama dan kedua.

14. Duduk antara dua sujud : gerakan sama dengan gerakan duduk antara dua sujud pada rakaat pertama (point 7)

15. Sujud keempat : gerakan sama pada sujud pertama dan kedua, dan ketiga.

16. Duduk akhir : pantat menduduki tempat shalat, kaki kiri keluar dari bawah kaki kanan, telapak kaki kanan ditegakkan, jari-jari ditekuk menghadap kiblat (duduk tawarruk). Tangan kanan di atas paha kanan, jari-jari menggenggam (kecuali telunjuk), tangan kiri di atas paha kiri, jari-jari terbuka dan rapi.

17. Salam : memalingkan (menoleh) muka ke kanan dan ke kiri.

Dengan selesainya 17 gerakan di atas dengan sempurna, maka selesailah gerakan shalat Shubuh.

Contoh untuk sholat Maghrib : Gerakan shalat Maghrib adalah sama dengan gerakan shalat Shubuh. Bedanya adalah jumlah rakaatnya. Shalat Maghrib tiga rakaat, dan shalat Subuh dua rakaat. Pada rakaat kedua shalat Shubuh langsung duduk tawarruk dan salam. Sedangkan pada rakaat kedua shalat Maghrib, berhenti duduk iftirasy (membaca tasyahud awal) kemudian berdiri lagi untuk rakaat ketiga. Setelah selesai sujud keenam, kemudian duduk tawarruk untuk membaca tasyahud akhir dan salam. Gerakan shalat empat rakaat seperti Zhuhur, Isya’, dan Ashar juga sama dengan gerakan shalat Shubuh dan Maghrib. Bedanya hanya pada jumlah rakaatnya saja. Pada shalat Maghrib duduk tawarruk setelah rakaat ketiga, sedangkan shalat empat rakaat (Isya’, Zhuhur, Ashar) duduk tawarruk dilakukan setelah melakukan rakaat keempat dan kemudian diikuti dengan tasyahud akhir dan salam.

Hikmah Shalat Wajib

Sesungguhnya Allah SWT tidak membutuhkan ibadah kita. Mengapa Allah SWT memerintahkan kita untuk shalat? Ini tidak ada lain untuk kepentingan kita sendiri, bukan untuk kepentingan Allah SWT. Jadi, shalat merupakan metode yang diberikan kepada kita agar kita menjadi lebih baik. Dengan demikian, banyak hikmah yang akan kita petik dikarenakan kita melaksanakan shalat.Beberapa diantaranya :

a.       Dapat mencegah perbuatan keji dan munkar

Shalat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar apabila dalam melaksanakan shalat benar-benar ingat kepada Allah SWT. Caranya, dalam shalat kita menghayati maksud dan bacaan shalat.

b.      Dapat menjadi obat bagi gangguan jiwa

Dengan shalat seseorang dapat mengadukan semua permasalahan yang dihadapi kepada Allah SWT. Dengan demikian, beban permasalahan orang itu akan berkurang bahkan dapat hilang karena sudah disampaikan kepada Allah. Jiwanya akan menjadi tentram.

c.       Melatih bagi pembinaan disiplin pribadi.

Ketaatan melaksanakan shalat pada waktunya menumbuhkan kebiasaan untuk secara teratur dan terus menerus melaksanakannya pada waktu yang ditentukan. Kebiasaan seperti ini akan menumbuhkan sikap disiplin pribadi yang kuat.

                  

Shalatnya Para Malaikat

Muaz bin Jabal dan Jubair bin Abdullah mengisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW ketika mi’raj menyaksikan para malaikat penghuni tujuh langit sedang memperagakan shalat. Di langit pertama, malaikat terus menerus berzikir sejak mereka diciptakan. Di langit kedua, para malaikat rukuk terus menerus. Di langit ketiga, para malaikat bersujud terus menerus. Saat itu Nabi Muhammad SAW mengucapkan salam dan mereka pun menjawab salam Nabi, kemudian sujud kembali. Di langit keempat para malaikat duduk tasyahud. Di langit kelima para malaikat terus menerus membaca tasbih (subhanallah). Dilangit keenam para malaikat terus menerus takbir (allahu akbar) dan tahlil (la ilaha illallah). Di langit ketujuh, para malaikat melakukan penyerahan diri terus menerus.

Menyaksikan ibadah para malaikat yang begitu menakjubkan, terbetik keinginan dalam hati Nabi Muhammad SAW, betapa senangnya seandainya diriku dan umatku bisa melakukan peribadatan sebagaimana yang telah dilakukan oleh para malaikat penghuni tujuh langit tersebut. Allah Maha Tahu, karena itu semua gerakan dan bacaan  para malaikat itu dijadikan gerakan dan bacaan shalat kita. Allah memuliakan Nabi Muhammad SAW dan umatnya karena mau mengerjakan shalat. Orang yang melaksanakan shalat lima kali dalam sehari semalam, orang itu memperoleh pahala sebagaimana para malaikat penghuni tujuh langit itu.

 

Ikhtisar :

­  Shalat adalah ibadah berupa ucapan dan tindakan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam dengan memenuhi syarat dan rukun yang ditentukan dengan tujuan pasrah dan mencari ridho Allah SWT.

­  Syarat wajib shalat adalah syarat-syarat yang menjadikan seseorang diwajibkan mengerjakan shalat.

­  Syarat sah shalat adalah sesuatu yang harus dipenuhi sebelum shalat.

­  Rukun shalat adalah sesuatu yang harus dilakukan di dalam shalat.

­  Shalat fardhu telah ditentukan waktu-waktunya.

­  Bacaan tasyahud akhir sama dengan bacaan tasyahud awal dengan ditambah beberapa bacaan.

­  Bacaan salam bisa sampai warahmatullah dan boleh juga sampai wabarakatuh.

­  Beberapa hikmah shalat adalah untuk mencegah perbuatan keji dan munkar, sebagai obat gangguan kejiwaan, dan pembinaan disiplin pribadi.

­