Sabtu, 08 Juni 2024

Tugas Bab 10 : Andalusia Kota Peradaban Islam di Barat

Nama : Kew Yue Ying
Kelas : 7E
No Absen : 19
A.Bani Umayyah di Andalusia
Islam masuk di Andalusia pada tahun  92 H  yang saat itu dikuasai oleh orang-orang Goth (Gotik).
Mūsa' bin Nusayr  sebagai gubernur Afrika Utara mengirim pasukan yang dipimpin oleh  Panglima Ṭāriq bin Ziyād  pada tahun 710 M untuk melakukan penaklukan ke wilayah ini dan berhasil menaklukannya pada tahun 712 M.
Pada tanggal 15 Mei 756 M., 'Abd al-Rahmān al-Dakhīl  memproklamirkan berdirinya Imārah Umayyah II di Andalusia (Spanyol).
Penduduk Spanyol merasa bahagia dan memperoleh kemakmuran di bawah pemerintahan Islam. Umat ​​kristiani menikmati kebebasannya dan tidak diganggu dalam menjalankan ibadah dan kebiasaannya.
Golongan Yahudi benar-benar terasa tertolong oleh kehadiran bangsa Arab ini. Mereka menjadi merdeka dan aktif membantu bangsa Arab dalam memerintah Spanyol dan mengembalikan negeri ini ke tingkat budaya yang tinggi.
Pada tahun 750 M  terjadi peristiwa besar di Damaskus yang menjatuhkan kekuasaan atau revolusi yang dilakukan oleh keluarga Bani Abbas yang dibantu para pemberontak yang sejak lama melakukan penekanan terhadap Bani Umayyah.
Revolusi tersebut berhasil mengakhiri kekuasaan Bani Umayyah yang sudah berkuasa selama 90 tahun. Seorang pemuda keturunan Bani Umayyah yang bernama  'Abd al- Rahmān  lolos dari kepungan Bani Abbas dan sampai di Spanyol.
Disana dia berhasil menjadi seorang āmir dan penguasa Spanyol, sehingga dijuluki  'Abd al-Rahmān al-Dakhīl  yang artinya ”pendatang baru.”

B.Perkembangan Islam di Spanyol
Perkembangan Islam di Spanyol dapat dibagi enam periode, yaitu:
* Periode Pertama (711-755 M)
* Periode Kedua (755-912 M)
* Periode Ketiga (912-1013 M)
* Periode Keempat (1013-1086 M)
* Periode Kelima ( 1086-1248 M)
* Periode Keenam (1248-1492 M)
Pada periode pertama, Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali yang diangkat oleh Khalifah Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus.
Pada periode kedua, Spanyol berada di bawah pemerintahan seorang yang bergelar āmir (panglima atau gubernur) akan tetapi tunduk kepada pusat pemerintahan Islam yang pada saat itu dipegang oleh khalifah Abbasiyyah di Baghdad.
Pada periode ketiga, Spanyol diperintah oleh penguasa dengan gelar khalifah.
Pada periode keempat, Spanyol terpecah menjadi lebih dari tiga puluh negara kecil di bawah pemerintahan raja-raja golongan atau Al-Mulk 
Pada periode kelima, Spanyol Islam meskipun masih terpecah dalam beberapa negara tetapi mendapat suatu kekuatan yang dominan yaitu kekuasaan dinasti Murabiṭūn dan Muwaḥidūn.
Pada periode keenam, Islam hanya berkuasa di daerah Granada, di bawah dinasti Bani Aḥmar.

C.Kejayaan Islam di Andalusia
Baghdad, Konstantinopel, dan Cordova merupakan tiga kota yang menjadi pusat kebudayaan dunia saat itu.
Kejayaan Islam di Spanyol ditunjukkan dengan beberapa perkembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan fisik. Untuk bidang ilmu pengetahuan seperti pada bidang:
* filsafat
* seni
* sastra
* agama
* sains
Untuk pembangunan fisik seperti:
* pembangunan kota
* pembangunan istana
* pembangunan masjid
* pembangunan pemukiman
* pembangunan taman-taman
* Pembangunan yang megah terdapat pada:
* kota al-Zahrā
* masjid Cordova
* Istana Ja’fariyah di Saragosa
* masjid Sevilla
* tembok Toledo
* istana al-Ma’mūn
* istana al- Hamrā di Granada
Cordova dibangun dan diperindah dengan jembatan yang dibangun di atas sungai yang mengalir di tengah kota, taman-taman dan istana yang megah.
Granada adalah tempat pertahanan terakhir umat Islam di Spanyol, disana ada Istana al-Hamrā yang indah dan megah. Selain itu ada beberapa bangunan terkenal lainnya, seperti:
* menara Giralda
* Alcazar Sevilla
* Menara Emas Torre del Oro

D.Perkembangan ilmu pengetahuan pada Masa Bani Umayyah di Andalusia
Spanyol melahirkan para cendikiawan-cendikiawan muslim yang ahli dalam bidangmasing-masing, seperti:
* Fikih : Ziyād ibn ‘Abd al-Raḥmān, Munzir ibn Sa’īd al-Balūti, Abu Bakr ibn al Qutiyyah, dan Ibn Ḥazm.
* Bahasa dan Sastra : Ibn Mālik, Abu ‘Ali al- Syiblī, Ibn Sayyidīn, Ibn ‘Abd al-Rābbih dll.
* Bidang Seni dan Musik : al-Hasan ibn Nāfî
* Bidang Filsafat : Ibn Bājah, ibn Tufail, Ibn Rusyd
* Bidang Sains : ‘Abbās ibn Farnās, Umm al-Hasan ibn Abi Ja’far
* Bidang Sejarah: Abu ‘Ubayd Abdullāh bin ‘Abd al-‘Azīz al-Bahri, Abu Hāmid Muhammad al-Mazīni, Ibn Khaldūn

E.Memetik Nilai Islami dalam Sejarah Bani Umayyah di Andalusia
Berikut beberapa nilai yang dapat dipetik:
* Pengalaman positif dan negatif dalam sejarah dijadikan bahan untuk perbaikan dalam menjalani kehidupan dan membangun peradaban.
* Teori-teori sejarah kebudayaan Islam dapat dimanfaatkan dan diterapkan untuk mengatasi permasalahan hidup di masa kini dan masa yang akan datang.
* Mencintai dan bangga pada kebudayaan Islam masa lalu
* Kedewasaan dalam berfikir dapat ditumbuhkan
Melibatkan diri dalam pemeliharan hasil peradaban
* Semangat mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan dapat ditumbuhkan
* Memupuk semangat dan motivasi untuk meningkatkan prestasi

Tugas Rangkuman Bab 10 : Andalusia Kota Peradaban Islam di Barat

 Nama: Ocean Keyzha Diputra
Kelas:7-E
No absen:26
Tugas
1.Bani Umayyah di Andalusia
Islam masuk di Andalusia tahun 92 H. Saat itu Andalusia dikuasai oleh orang-orang Goth (Gothic). Mūsa' bin Nusayr sebagai gubenur Afrika Utara mengirim pasukan yang di pimpin oleh Panglima Thariq bin Ziyad Pada tahun 710 M untuk melakukan penaklukan ke wilayah ini. Mereka tidak mendapatkan perlawanan yang intensif dari pengiasa setempat. Hal ini di dukung oleh situasi lemahnya politik pemerintahan dan rakyat tidak mendukungnya.
Pasukan tersebut memperoleh keberhasilan pada tahun 713 M. Pasukan yang dipimpin oleh Mūsa' bin Nusayr berhasil menuju Andalusia melalui barat semenanjung Spanyol yakni Sevilla dan Merida berhasil ditaklukan. Kemudian mereka bertemu dengan pasukan Tariq di Toledo. Dua pasukan bergabung. Daerah taklukan meluas sehingga ke Utara seperti Barcelona, Terrofona, dan Saragossa.
Pada tanggak 15 Mei 756M. 'Abd al-Rahman al-Dakhil memproklamirkan berdirinya Imārah Umayyah II di Andalusia (Spanyol). Hal ini menandakan secara resmi dimulainya kekuasaan kedua dari Dinasti Umayyah yang lelas dari Abbasiyyah di Baghdad. Wilayah islam di Andalusia pada Umayyah II ini, di bagi menjadi lima provinsi (vice royalty) yang dikepalai oleh seorang amir. Pusat pemerintahannya adalah cordova.
Sejak masuk ke spanyol, wilayah ini menjadi wilayah provinsi islam di bawah Bani Ummayah di Damaskus menempatkan seorang wali atau amir Spanyol. Wali pertamanya adalah anak Musa' bin Nusary yang bernama 'Abd al-Aziz menikah dengan Achelon seorang janda dari Roderick yang kemudian namanya di ganti dengan Ummu 'Asim. Inilah pernikahan campuran pertama antara seorang muslim dengan seorang wanita Spanyol. Setelah 'Abd Al-Aziz wafat, kepemimpinannya dilanjut kan oleh Muhammad bin Yazid sebagai penguasa Afrika Utara dan Spanyol.
Penduduk Spanyol merasa bahagia dan memperoleh kemakmuran di bawah pemerintah Islam. Umat kristiani menikmati kebiasaannya. Golongan Yahudi benar-benar merasakan tertolong oleh kehadiran bangsa Arab ini. Mereka menjadi merdeka dan aktif membantu bangsa Arab dalam memerintah Spanyol dan mengembalikan negeri ini ke tingkat budaya yang tinggi.
Kekuasaan Islam di Andalusia ini tanpa menganiaya dan tidak ikut campur dalam urusan internal mereka. Kaum muslimin memberikan otonomi penuh dalam semua masalah keagamaan. 
Pada tahun 750 M terjadi peristiwa besar fi Damaskus yang menimpa kekuasaan atau revolusi yang di lakukan oleh keluarga Bani Abbas yang di bantu para pemberontak yang sejak lama melakukan penekanan terhadap Bani Umayyah yang sudah berkuasa selama 90 tahun.
Seorang pemuda keturunan Bani Umayyah yang bernama 'Abd al-Rahman lolos dari kelungan Bani Abbas. Ia berhasil meloloskan diri dengan bersembunyi dan berkelana sehingga sampai ke Spanyol. Di Spanyol, sehingga di juluki dengan Abd al-Rahman al-Dakhil yang artinya "pendatang baru". Untuk mempertahankan Spanyol dari ancaman musuh-musuhnya.
'Abd al-Rahman al-Dakhil membangun sebuah angkatan bersenjata yang kuat dan terlatih yang terdiri atau 40.000 prajurit bayaran bangsa barbar.

Perkembangan islam di Spanyol dapat di bagi enam periode yaitu:
A. Periode pertama (711-755M)
Spanyol berasa di bawah pemerintah para wali yang di angkat oleh Khalifah Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus.
B. Periode kedua (755-912M)
Spanyol berada di bawah pemerintahan seorang yang bergelar amir (panglima atau gubernur) akan tetapi tunduk kepada pusat pemerintahan islam yang pada saat itu di pegang eh khalifah Abbasiyyah di Baghdad.
C. Periode ketiga (912-1013M)
Periode ini Spanyol diperintahkan oleh penguasa dengan gelar khalifah.
D. Periode Keempat (1013-1086M) 
Spanyol terpecah menjadi lebih dari tiga puluh negara kecil fi bawah pemerintahan raja-raja golongan atau Al-mulk al-Tawaif yang berpusat di daerah kota seperti Servilla, Cordova, Toledo, dan sebaginya.


Tugas PAI : Andalusia Kota Peradaban Islam di Barat (756 -1031 M)

Nama:M.Galih Fajar S.
No Absen;22
Kelas:7B
Judul: Andalusia: Kota Peradaban Islam di Barat (756 -1031 M)
A. Bani Umayyah di Andalusia
=> Islam masuk di Andalusia tahun 92 H. Saat itu Andalusia dikuasai oleh orang-orang Goth. Musa bin Nusayr sebagai gubernur Afrika Utara mengirim pasukan yang dipimpin oleh Panglima Tariq bin Ziyad pada tahun 710 M untuk melakukan penaklukan ke wilayah ini. Pasukan tersebut memperoleh keberhasilan pada tahun 712 M. Pasukan yang dipimpin oleh Musa bin Nusayr berhasil menuju Andalusia melalui jalan lain yang tidak dilalui oleh Tariq bin Ziyad dan pasukannya. Pada tanggal 15 Mei 756 M., ’Abd al-Rahman al-Dakhil memproklamirkan berdirinya 𝐼𝘮𝘢𝘳𝘢𝘩 Umayyah 𝐈𝐈 di Andalusia. Hal ini menandakan secara resmi dimulainya kekuasaan kedua dari Dinasti Umayyah yang lepas dari Abbasiyyah di Baghdad. Sejak masuk ke Spanyol, wilayah ini menjadi wilayah provinsi Islam di bawah Bani Umayyah di Damaskus. Namanya diganti dengan sebutan Andalusia. Pemerintah pusat Damaskus menempatkan seorang wali/𝒂𝒎𝒊𝒓 di Spanyol. Wali pertamanya adalah anak Musa bin Nusayr yang bernama ’Abd al-Aziz. Setelah ‘Abd al-Aziz wafat, kepemimpinannya dilanjutkan oleh Muhammad bin Yazid sebagai penguasa Afrika Utara dan Spanyol. Penduduk Spanyol merasa bahagia dan memperoleh kemakmuran di bawah pemerintah Islam. Kekuasaan Islam di Andalusia ini tanpa menganiaya dan tidak ikut campur dalam urusan internal mereka. Pada tahun 750 M terjadi peristiwa besar di Damaskus yang menimpa kekuasaan yang dilakukan oleh keluarga Bani Abbas. Revolusi tersebut berhasil mengakhiri kekuasaan Bani Umayyah yang sudah berkuasa selama 90 tahun. Seorang pemuda keturunan Bani Umayyah yang bernama ‘Abd al-Rahman lolos dari kepungan Bani Abbas. Ia berhasil meloloskan diri dengan bersembunyi dan berkelana sehingga sampai ke Spanyol.

B. 6 Periode Perkembangan Islam di Spanyol
–Periode Pertama (711-755 M) 
Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali yang diangkat oleh Khalifah Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus. 
–Periode Kedua (755-912 M)
Spanyol berada di bawah pemerintahan seorang yang bergelar 𝑎𝑚𝑖𝑟 akan tetapi tunduk kepada pemerintahan Islam.
–Periode Ketiga (912-1013 M)
Periode ini Spanyol diperintah oleh penguasa dengan gelar Khalifah. 
–Periode Keempat (1013-1086 M)
Spanyol terpecah menjadi lebih dari 30 negara kecil di bawah pemerintahan raja-raja golongan atau 𝐴𝑙-𝑀𝑢𝑙𝑘 𝑎𝑙-𝑇𝑎𝑤𝑎𝑖𝑓 yang berpusat di daerah kota. 
–Periode Kelima (1086-1248 M) 
Spanyol Islam meskipun masik terpecah dalam beberapa negara tetapi mendapat suatu kekuatan yang dominan yaitu kekuasaan Dinasti 𝑀𝑢𝑟𝑎𝑏𝑖𝑡𝑢𝑛 dan 𝑀𝑢𝑤𝑎ℎ𝑖𝑑𝑢𝑛. 
–Periode Keenam (1248-1492 M) 
Pada periode ini Islam hanya berkuasa di daerah Granada, di bawah dinasti Bani Ahmar.

C. Kejayaan Islam di Andalusia
=> Terdapat 113.000 rumah, 70 perpustakaan, toko buku dan ratusan masjid, jalan aspal yang panjang dan diterangi dengan lampu lampu dari rumah rumah yang berhampiran menjadi pemandangan menarik Cordova. Utusan diplomatik banyak berkumpul di Cordova. Delegrasi berdatangan dari Zanata Afrika Utara, dinasti Indrisiyyah,raja Prancis, Konstantinopel, dan Jerman. Ilmu pengetahuan berkembang pada bidang filsafat, seni, sastra, agama, dan sains. Pembangunan gedung-gedung, seperti pembangunan kita, istana, masjid, pemukiman dan taman taman menjadi pembangunan fisik yang sangat menonjol. Pembangunan yang megah terdapat pada kota Al-Zahra, masjid Cordova instan La'Fariyah di Saragosa, masjid Sevilla, tembok Toledo, istana al-Ma'mun, dan istana hanya di Granada.

D. Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada Masa Bani Umayyah di Andalusia 
a. Fikih
Di antara ulama Fikih yang terkenal adalah Ziyad ibn ‘Abd al-Rahman. Ilmu ini dikembangkan kemudian oleh Ibn Yahya.
b. Bahasa dan Sastra
Bahasa Arab menjadi bahasa resmi dan administrasi dalam pemerintahan Islam di Spanyol. Ulama yang terkenal dalam bidang bahasa Arab di antaranya Ibn Malik, pengarang kitab 𝐴𝑙𝑓𝑖𝑦𝑦𝑎ℎ, Abu ‘Ali al-Syibli, Ibn Sayyidin, Ibn al-Hajj, dsb.
Pada bidang sastra muncul beberapa tokoh penting. Ibn ‘Abd al-Rabbih, merupakan pujangga yang sezaman dengan ‘Abd al-Rahman 𝐈𝐈𝐈. Dia menulis buku 𝑎𝑙-‘𝐼𝑞𝑑 𝑎𝑙-𝐹𝑎𝑟𝑖𝑑 dan 𝑎𝑙-𝐴𝑔𝑎𝑛𝑖. Ibn Hazm menulis sebuah antologi syair cinta berjudul 𝑇𝑎𝑤𝑞 𝑎𝑙-𝐻𝑎𝑚𝑎𝑚𝑎ℎ. 
c. Bidang Seni dan Musik
Tokoh terkenal dalam bidang seni musik, yaitu al-Hasan Ibn Nafi yang dikenal dengan 𝑍𝑖𝑟𝑦𝑎𝑏 (789-857 M). Ia mahir dalam menggubah lagu. Ilmunya diajarkan pada anak-anak bahkan para budak-budak.
d. Bidang Filsafat 
Ibn Bajah merupakan tokoh utama dalam sejarah filsafat Arab-Spanyol. Dia menulis buku terkenal, 𝑇𝑎𝑑𝑏𝑖𝑟 𝑎𝑙-𝑀𝑢𝑡𝑎𝑤𝑎ℎℎ𝑖𝑑𝑖𝑛. Pada akhir abad 12 M, muncul seorang ahli filsafat dalam Islam yaitu Ibn Rusyd dari Cordova. Ia menjadi pengikut mahzab Aristoteles dalam bidang filsafat.
e. Bidang Sains
Dalam ilmu kimia dan astronomi, muncul tokoh terkenal yaitu ‘Abbas Ibn Farnas. Ia adalah orang pertama yang menemukan pembuatan kaca dari batu. Ibrahim ibn Yahya al-Naqqas merupakan ahli dalam astronomi. Dalam bidang obat-obatan, muncul nama Ahmad ibn Ibas dari Cordova.
f. Bidang Sejarah
Tokoh ilmuwan geografi yang terkenal diantaranya adalah Abu ‘Ubayd Abdullah bin ‘Abd al-‘Aziz al-Bahri dan Abu Hamid Muhammad al-Mazini. Tokoh terkenal lainnya yaitu Ibn Khaldun dari Tunisia, merupakan perumus filsafat sejarah. Perkembangan ilmu sejarah di Spanyol tidak terpisahkan dari peran Ibn Khaldun (1332-1406 M.) Ia dikenal sebagai tokoh yang ahli dalam analisis sejarah murni ataupun historiografi. Karyanya yang terkenal adalah 𝑀𝑢𝑞𝑎𝑑𝑑𝑖𝑚𝑎ℎ. 

E. Memetik Nilai Islami dalam Sejarah Bani Umayyah di Andalusia 
a. Pengalaman positif dan negatif dalam sejarah dijadikan bahan untuk perbaikan dalam menjalani kehidupan dan membangun peradaban.
b. Teori-teori sejarah kebudayaan Islam dapat dimanfaatkan dan diterapkan untuk mengatasi permasalahan hidup di masa kini dan masa yang akan datang.
c. Kedewasaan dalam berfikir dapat ditumbuhkan.
d. Mencintai dan bangga pada kebudayaan Islam masa lalu.
e. Melibatkan diri dalam pemeliharaan hasil peradaban baik dengan mempelajarinya maupun mengambil manfaatnya
f. Semangat mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan dapat ditumbuhkan.
g. Memupuk semangat diri

Tugas PAI : Andalusia Kota Peradaban Islam di Barat

 Faris Aditya Pratama kls 7E No Abs 13

1.Buatlah rangkuman dari materi Talab Al Ilm hal 227 - 237.
A.Bani Umayyah di Andalusia
Islam masuk di Andalusia pada tahun  92 H  yang saat itu dikuasai oleh orang-orang Goth (Gotik).
Mūsa' bin Nusayr  sebagai gubernur Afrika Utara mengirim pasukan yang dipimpin oleh  Panglima Ṭāriq bin Ziyād  pada tahun 710 M untuk melakukan penaklukan ke wilayah ini dan berhasil menaklukannya pada tahun 712 M.
Pada tanggal 15 Mei 756 M., 'Abd al-Rahmān al-Dakhīl  memproklamirkan berdirinya Imārah Umayyah II di Andalusia (Spanyol).
Penduduk Spanyol merasa bahagia dan memperoleh kemakmuran di bawah pemerintahan Islam. Umat kristiani menikmati kebebasannya dan tidak diganggu dalam menjalankan ibadah dan kebiasaannya.
Golongan Yahudi benar-benar terasa tertolong oleh kehadiran bangsa Arab ini. Mereka menjadi merdeka dan aktif membantu bangsa Arab dalam memerintah Spanyol dan mengembalikan negeri ini ke tingkat budaya yang tinggi.
Pada tahun 750 M  terjadi peristiwa besar di Damaskus yang menjatuhkan kekuasaan atau revolusi yang dilakukan oleh keluarga Bani Abbas yang dibantu para pemberontak yang sejak lama melakukan penekanan terhadap Bani Umayyah.
Revolusi tersebut berhasil mengakhiri kekuasaan Bani Umayyah yang sudah berkuasa selama 90 tahun. Seorang pemuda keturunan Bani Umayyah yang bernama  'Abd al- Rahmān  lolos dari kepungan Bani Abbas dan sampai di Spanyol.
Disana dia berhasil menjadi seorang āmir dan penguasa Spanyol, sehingga dijuluki  'Abd al-Rahmān al-Dakhīl  yang artinya ”pendatang baru.”

B.Perkembangan Islam di Spanyol
Perkembangan Islam di Spanyol dapat dibagi enam periode, yaitu:
* Periode Pertama (711-755 M)
* Periode Kedua (755-912 M)
* Periode Ketiga (912-1013 M)
* Periode Keempat (1013-1086 M)
* Periode Kelima ( 1086-1248 M)
* Periode Keenam (1248-1492 M)
Pada periode pertama, Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali yang diangkat oleh Khalifah Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus.
Pada periode kedua, Spanyol berada di bawah pemerintahan seorang yang bergelar āmir (panglima atau gubernur) akan tetapi tunduk kepada pusat pemerintahan Islam yang pada saat itu dipegang oleh khalifah Abbasiyyah di Baghdad.
Pada periode ketiga, Spanyol diperintah oleh penguasa dengan gelar khalifah.
Pada periode keempat, Spanyol terpecah menjadi lebih dari tiga puluh negara kecil di bawah pemerintahan raja-raja golongan atau Al-Mulk 
Pada periode kelima, Spanyol Islam meskipun masih terpecah dalam beberapa negara tetapi mendapat suatu kekuatan yang dominan yaitu kekuasaan dinasti Murabiṭūn dan Muwaḥidūn.
Pada periode keenam, Islam hanya berkuasa di daerah Granada, di bawah dinasti Bani Aḥmar.

C.Kejayaan Islam di Andalusia
Baghdad, Konstantinopel, dan Cordova merupakan tiga kota yang menjadi pusat kebudayaan dunia saat itu.
Kejayaan Islam di Spanyol ditunjukkan dengan beberapa perkembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan fisik. Untuk bidang ilmu pengetahuan seperti pada bidang:
* filsafat
* seni
* sastra
* agama
* sains
Untuk pembangunan fisik seperti:
* pembangunan pemukiman
* Pembangunan yang megah terdapat pada:
* kota al-Zahrā
* masjid Cordova
* Istana Ja’fariyah di Saragosa
* masjid Sevilla
* tembok Toledo
* istana al-Ma’mūn
* istana al- Hamrā di Granada
Cordova dibangun dan diperindah dengan jembatan yang dibangun di atas sungai yang mengalir di tengah kota, taman-taman dan istana yang megah.
Granada adalah tempat pertahanan terakhir umat Islam di Spanyol, disana ada Istana al-Hamrā yang indah dan megah. Selain itu ada beberapa bangunan terkenal lainnya, seperti:
* menara Giralda
* Alcazar Sevilla
* Menara Emas Torre del Oro

D.Perkembangan ilmu pengetahuan pada Masa Bani Umayyah di Andalusia
Spanyol melahirkan para cendikiawan-cendikiawan muslim yang ahli dalam bidangmasing-masing, seperti:
* Fikih : Ziyād ibn ‘Abd al-Raḥmān, Munzir ibn Sa’īd al-Balūti, Abu Bakr ibn al Qutiyyah, dan Ibn Ḥazm.
* Bahasa dan Sastra : Ibn Mālik, Abu ‘Ali al- Syiblī, Ibn Sayyidīn, Ibn ‘Abd al-Rābbih dll.
* Bidang Seni dan Musik : al-Hasan ibn Nāfî
* Bidang Filsafat : Ibn Bājah, ibn Tufail, Ibn Rusyd
* Bidang Sains : ‘Abbās ibn Farnās, Umm al-Hasan ibn Abi Ja’far
* Bidang Sejarah: Abu ‘Ubayd Abdullāh bin ‘Abd al-‘Azīz al-Bahri, Abu Hāmid Muhammad al-Mazīni, Ibn Khaldūn

E.Memetik Nilai Islami dalam Sejarah Bani Umayyah di Andalusia
Berikut beberapa nilai yang dapat dipetik:
* Pengalaman positif dan negatif dalam sejarah dijadikan bahan untuk perbaikan dalam menjalani kehidupan dan membangun peradaban.
* Teori-teori sejarah kebudayaan Islam dapat dimanfaatkan dan diterapkan untuk mengatasi permasalahan hidup di masa kini dan masa yang akan datang.
* Mencintai dan bangga pada kebudayaan Islam masa lalu
* Kedewasaan dalam berfikir dapat ditumbuhkan
Melibatkan diri dalam pemeliharan hasil peradaban
* Semangat mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan dapat ditumbuhkan
* Memupuk semangat dan motivasi untuk meningkatkan prestasi

2.Carilah hikmah dari kisah inspirasiku dihalaman 239 - 240.
Tekat yang kuat, akan membawamu dalam kesuksesan

Tugas Bab 10 : Andalusia Kota Peradaban di Barat

Nama : Arjuna Adira Tunggal Syahputra
Kelas : 7E
No Absen : 6

1.Buatlah rangkuman dari materi Talab Al Ilm hal 227 - 237.
A.Bani Umayyah di Andalusia
Islam masuk di Andalusia pada tahun  92 H  yang saat itu dikuasai oleh orang-orang Goth (Gotik).
Mūsa' bin Nusayr  sebagai gubernur Afrika Utara mengirim pasukan yang dipimpin oleh  Panglima Ṭāriq bin Ziyād  pada tahun 710 M untuk melakukan penaklukan ke wilayah ini dan berhasil menaklukannya pada tahun 712 M.
Pada tanggal 15 Mei 756 M., 'Abd al-Rahmān al-Dakhīl  memproklamirkan 
berdirinya Imārah Umayyah II di Andalusia (Spanyol).
Penduduk Spanyol merasa bahagia dan memperoleh kemakmuran di bawah pemerintahan Islam. Umat kristiani menikmati kebebasannya dan tidak diganggu dalam menjalankan ibadah dan kebiasaannya.
Golongan Yahudi benar-benar terasa tertolong oleh kehadiran bangsa Arab ini. Mereka menjadi merdeka dan aktif membantu bangsa Arab dalam memerintah Spanyol dan mengembalikan negeri ini ke tingkat budaya yang tinggi.
Pada tahun 750 M  terjadi peristiwa besar di Damaskus yang menjatuhkan kekuasaan atau revolusi yang dilakukan oleh keluarga Bani Abbas yang dibantu para pemberontak yang sejak lama melakukan penekanan terhadap Bani Umayyah.
Revolusi tersebut berhasil mengakhiri kekuasaan Bani Umayyah yang sudah berkuasa selama 90 tahun. Seorang pemuda keturunan Bani Umayyah yang bernama  'Abd al- Rahmān  lolos dari kepungan Bani Abbas dan sampai di Spanyol.
Disana dia berhasil menjadi seorang āmir dan penguasa Spanyol, sehingga dijuluki  'Abd al-Rahmān al-Dakhīl  yang artinya ”pendatang baru.”

B.Perkembangan Islam di Spanyol
Perkembangan Islam di Spanyol dapat dibagi enam periode, yaitu:
* Periode Pertama (711-755 M)
* Periode Kedua (755-912 M)
* Periode Ketiga (912-1013 M)
* Periode Keempat (1013-1086 M)
* Periode Kelima ( 1086-1248 M)
* Periode Keenam (1248-1492 M)
Pada periode pertama, Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali yang diangkat oleh Khalifah Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus.
Pada periode kedua, Spanyol berada di bawah pemerintahan seorang yang bergelar āmir (panglima atau gubernur) akan tetapi tunduk kepada pusat pemerintahan Islam yang pada saat itu dipegang oleh khalifah Abbasiyyah di Baghdad.
Pada periode ketiga, Spanyol diperintah oleh penguasa dengan gelar khalifah.
Pada periode keempat, Spanyol terpecah menjadi lebih dari tiga puluh negara kecil di bawah pemerintahan raja-raja golongan atau Al-Mulk 
Pada periode kelima, Spanyol Islam meskipun masih terpecah dalam beberapa negara tetapi mendapat suatu kekuatan yang dominan yaitu kekuasaan dinasti Murabiṭūn dan Muwaḥidūn.
Pada periode keenam, Islam hanya berkuasa di daerah Granada, di bawah dinasti Bani Aḥmar.

C.Kejayaan Islam di Andalusia
Baghdad, Konstantinopel, dan Cordova merupakan tiga kota yang menjadi pusat kebudayaan dunia saat itu.
Kejayaan Islam di Spanyol ditunjukkan dengan beberapa perkembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan fisik. Untuk bidang ilmu pengetahuan seperti pada bidang:
* filsafat
* seni
* sastra
* agama
* sains
Untuk pembangunan fisik seperti:
* pembangunan kota
* pembangunan istana
* pembangunan masjid
* pembangunan pemukiman
* pembangunan taman-taman
* Pembangunan yang megah terdapat pada:
* masjid Cordova
* Istana Ja’fariyah di Saragosa
* Istana al-ma'mun
* tembok toledo
Cordova dibangun dan 
diperindah dengan jembatan yang dibangun di atas sungai yang mengalir di tengah kota, taman-taman dan istana yang megah.
Granada adalah tempat pertahanan terakhir umat Islam di Spanyol, disana ada Istana al-Hamrā yang indah dan megah. Selain itu ada beberapa bangunan terkenal lainnya, seperti:
* menara Giralda
* Alcazar Sevilla

D.Perkembangan ilmu pengetahuan pada Masa Bani Umayyah di Andalusia
Spanyol melahirkan para cendikiawan-cendikiawan muslim yang ahli dalam bidangmasing-masing, seperti:
* Fikih : Ziyād ibn ‘Abd al-Raḥmān, Munzir ibn Sa’īd al-Balūti, Abu Bakr ibn al Qutiyyah, dan Ibn Ḥazm.
* Bahasa dan Sastra : Ibn Mālik, Abu ‘Ali al- Syiblī, Ibn Sayyidīn, Ibn ‘Abd al-Rābbih dll.
* Bidang Seni dan Musik : al-Hasan ibn Nāfî
* Bidang Filsafat : Ibn Bājah, ibn Tufail, Ibn Rusyd
* Bidang Sains : ‘Abbās ibn Farnās, Umm al-Hasan ibn Abi Ja’far
* Bidang Sejarah: Abu ‘Ubayd Abdullāh bin ‘Abd al-‘Azīz al-Bahri, Abu Hāmid Muhammad al-Mazīni, Ibn Khaldūn
E.Memetik Nilai Islami dalam Sejarah Bani Umayyah di Andalusia
Berikut beberapa nilai yang dapat dipetik:
* Pengalaman positif dan negatif dalam sejarah dijadikan bahan untuk perbaikan dalam menjalani kehidupan dan membangun peradaban.
* Teori-teori sejarah kebudayaan Islam dapat dimanfaatkan dan diterapkan untuk mengatasi permasalahan hidup di masa kini dan masa yang akan datang.
* Mencintai dan bangga pada kebudayaan Islam masa lalu
* Kedewasaan dalam berfikir dapat ditumbuhkan
Melibatkan diri dalam pemeliharan hasil peradaban
* Semangat mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan dapat ditumbuhkan
* Memupuk semangat dan motivasi untuk meningkatkan prestasi

2.Carilah hikmah dari kisah inspirasiku dihalaman 239 - 240.
Sangat pekerja keras, tekat yang kuat, pantang menyerah, tekat maju terus pantang menyerah, tekat yang kuat

Jumat, 07 Juni 2024

Tugas PAI Andalusia Kota Peradaban Islam di Barat

Nama : Gladys Ayu Aurenatha 
No. Absen : 16
Kelas : 7B
1. Bani Umayyah di Andalusia
Islam masuk di Andalusia tahun 92 H. Saat itu Andalusia dikuasai oleh orang-orang Goth (Gothic). Müsa bin Nusayr sebagai gubernur Afrika Utara mengirim pasukan yang dipimpin oleh Panglima Tariq bin Ziyad pada tahun 710 M untuk melakukan penaklukan ke wilayah ini. Mereka tidak mendapatkan perlawanan yang intensif dari penguasa setempat. Hal ini didukung oleh situasi lemahnya politik pemerintahan dan rakyat tidak mendukungnya.
Pasukan tersebut memperoleh keberhasilan pada tahun 712 M. Pasukan yang dipimpin oleh Müsa bin Nusayr berhasil menuju Andalusia melalui jalan lain yang tidak dilalui oleh Tariq bin Ziyad dan pasukannya. Pantai barat semenanjung Spanyol yakni Sevilla dan Merida berhasil ditaklukan. Kemudian mereka bertemu dengan pasukan Tariq di Toledo. Dua pasukan bergabung. Daerah taklukan meluas hingga ke Utara seperti Barcelona, Terrofona, dan Saragossa.
 Pada tanggal 15 Mei 756 M. Abd al-Rahman al-Dakhil memprodamirkan berdirinya Imarah Umayyah II di Andulosis (Spanyol). Hal ini menandakan secara resmi dimulainya kekuasaan kedua dari Dinasti Umayyah yang lepas dari Abbasiyyah di Baghdad. Wilayah lalam di Andalusia poda Umayyah I ini, dibagi menjadi lima provusi (vice reyulty) yang dikepalai oleh seorang Amir.
 Sejak masuk ke Spanyol, wilayah ini menjadi wilayah provinsi Islam di bawah lani Umayyah di Damaskus. Namanya diganti dengan sebutan Andalusta. Pemerintah purat Damaskus menempatkan seorang wali atau amir di Spanyol Wali pertamarnya adalah anak Müsa bin Nusayr yang bernama 'Abd al-Aziz. Di Andalusia, "Abd al-Artz menikah dengan Achelon seorang janda dari Roderick yang kemudian namanya diganti dengan Umumu Asim. Inilah penikahan campuran pertama antara seorang muslim dengan seorang wanita Spanyol. Setelah Abd al-Aziz wafat, kepemimpinannya dilanjutkan oleh Muhammad bin Yazid sebagai penguasa Afrika Utara dan Spanyol 
Pada tahun 750 M terjadi peristiwa besar di Damaskus yang menimpa kekuasaan atan revolusi yang dilakukan oleh keluarga Bani Ahbas yang dihantu para pemberontak yang sejak lama melakukan penekanan terhadap Bani Umayyah. Revolusi tersebut berhasil mengakhiri kekuasaan Bani Umayyah yang sudah berkuasa selama 90 tahun.
Seorang pemuda keturunan Bani Umayyah yang bernama "Abd al- Rahman lolos dari kepungan Bani Abbus. Ia berhasil meloloskan diri dengan bersembunyi dan berkelana sehingga sampai ke Spanyol. Di Spanyol, ia disambut oleh pendukungnya dan berhasil menjadi amir dan penguasa Spanyol. Dia berbaall membangun kekuasaan Bani Ummayah di Spanyol sehingga di juhaki dengan "Abd al-Rahnsan al-Dakhil yangartinya "pendatang haru Untuk mempertahankan Spanyol dari ancaman musuh-musuhoys Abd al-Rahman al-Dakhil membangun sebuah angkatan bersenjata yang kuat dan terlatih yang terdiri atas 40.000 prajurit bayaran dari bangsa Barbar Kalian tentu ingin mengetahui letak Andalusia atau Spanyol.

 Berikut ini adalah ringkasannya. Perkembangan Islam di Spanyol dapat dibagi enam periode, yaitu:
a. Periode Pertama (711-755 M)
Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali yang diangkat oleh Khalifah Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus
b. Periode Kedua (755-912 M)
Spanyol berada di bawah pemerintahan seorang yang bergelar amir (panglima atau gubernur) akan tetapi tunduk kepada pusat pemerintahan islam yang pada saat itu dipegang oleh khalifah Abbasiyyah di Baghdad.
c. Periode Ketiga (912-1013 M)
Periode ini Spanyol diperintah oleh penguasa dengan gelar khalifah
d. Periode Keempat (1013-1086 M)
Spanyol terpecah menjadi lebih dari tiga puluh negara kecil di bawah pemerintahan raja-raja golongan atau Al-Mulk al-Tawaif yang berpusat di daerah kota seperti Sevilla, Cordova, Toledo, dan sebagainya. 
e. Periode Kelima (1086-1248 M
Spanyol Islam meskipun masih terpecah dalam beberapa negara tetapi mendapat suatu kekuatan yang dominan yaitu kekuasaan dinasti Murahitün dan Muwehidün
1. Periode Keenam (1248-1492)
Pada periode ini Islam hanya berkuasa di daerah Granada, di bawah dinasti Bani Ahmar. Peradaban kembali mengalami kemajuan seperti pada zaman Abd al-Rahman al-Nasir. Akan tetapi, secara politik dinasti ini hanya berkuasa di wilayah yang kecil.
 
2. Kejayaan Islam di Andalusia
Baghdad, Konstantinopel, dan Cordova merupakan tiga kota yang menjadi pusat kebudayaan dunia saat itu. Terdapat 113.000 rumah, 70 Perpustakaan, toko buku dan ratusan mesjid, jalan aspal yang panjang dan diterangi dengan lampu-lampu dari rumah-rumah yang berhampiran menjadi pemandangan menarik di Cordova. Kota ini menjadi populer dan mengundang kekaguman pengunjung
Utusan diplomatik banyak berkumpul di Cordova. Delegasi berdatangan dari Zanata Afrika Utara, dinasti Idrisiyyah, raja Perancis, Konstantinopel, dan Jerman.
Kejayaan Islam di Spanyol ditunjukkan dengan beberapa perkembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan fisik. Ilmu pengetahuan berkembang pada bidang filsafat, seni, sastra, agama, dan sains. Pembangunan gedung- gedung, seperti pembangunan kota, istana, masjid, pemukiman dan taman- taman menjadi pembangunan fisik yang sangat menonjol.
 Cordova adalah ibu kota Spanyol sebelum Islam kemudian diambil alih oleh Bani Umayyah. Cordova dibangun dan diperindah. Jembatan yang di bangun di atas sungai  yang mengalir di tengah kota menambah keindahan kota.
 Granada adalah tempat pertahanan terakhir umat islam di Spanyol. Di kota itu, ada sisa-sisa kekuatan Arab dan pemikir Islam.
 Beberapa bangunan dengan arsitektur Islam yang kental, seperti menara Giralda, Alcazar Sevilla, Menara Emas Torre del Oro terdapat di Sevilla. Salah satu menaranya yaitu Giralda terindah di benua Eropa. Semula, menara ini merupakan minaret atau menara mesjid. Saat ini menara tersebut beralih fungsi sebagai menara lonceng Katedral Sevilla
Dekat La Giralda terdapat Alcazar Sevilla. Bangunan spektakuler memiliki ornamen dinding yang memuat skrip berbahasa Arab termasuk frasa Wa La Galib illa Allah (Tiada Pemenang Kecuali Allah Swt). Karya arsitektur ini menjadi refleksi sejenis dari arsitektur istana al-Hamra
Torre del Oro dengan menara emasnya dibangun yang difungsikan sebagai tempat pengawasan dan pertahanan Sevilla dari serangan musuh. Akses menuju pelabuhan kota dapat dikontrol melalui menara emas ini. Rangkaian rantai raksasa yang terdapat di Torre del Oro menyambung dengan menara lain di seberang sungai yaitu Torre de la Plata. Rantai tersebut digunakan untuk mencegah serangan kapal pasukan Kristen yang mau masuk ke dalam kota Pada daerah otonomi Castilla la Mancha terdapat kota Toledo. Kota ini pernah menjadi ibukota Spanyol sebelum bangsa Moor datang pada abad ke-8 M. Kota ini pernah pula menjadi salah satu kota pada masa pemerintahan Islam di Spanyol. Tingkat toleransi kehidupan beragama yang tinggi terdapat di Toledo. Islam, Yahudi, Kristen dapat hidup berdampingan dengan harmonis, yang pada masa itu disebut La Convivencia (The Coexistence).
Masjid a Mezquita Cristo de la Luzz dibangun pada tahun 999 M oleh bangsa Moor. Semula, masjid ini diberi nama Masjid Bab al-Mardüm. Namanya diambil dari nama gerbang kota Toledo dengan letak 20 m dari masjid. Lantai mesjid beralaskan tanah. Desain pilarnya dipengaruhi oleh Mesjid Agung Cordova.

3. Perkembangan ilmu pengetahuan pada Masa Bani Umayyah di Andalusia
Spayıl adalah negeri yang subur. Dengan kesuburannya dapat menghasilkan ekonomi yang tinggi sehingga dapat melahirkan para cendikiawan mulikiawan muslim. Pada bidang intelektual, uma astronomi, kedokteran, Filsafat, matematika, kimia, dan fisika dikembangkan oleh para cendikiawan muslim. Sementara di bidang ilmu sosial, dikembangkan juga ilmu sejarah, sosiologi, dan sastra.
Sebagian besar pengaruh kebudayaan Islam atas Eropa terjadi akibat penduduk kaum muslimin di Spanyol dan Sisilia. Kebudayaan yang paling metionjol terlihat pada munculnya para ilmuwan dengan masing-masing keahlian di bidangnya
a. Fikih
b. Bahasa dan Sastra
c. Bidang Seni dan Musik
d. Bidang Filsafat 
e. Bidang Sains
f. Bidang Sejarah

 4. Memetik Nilai Islami dalam Sejarah Bani Umayyah di Andalusia Sejarah Islam menggambarkan catatan perkembatang beralanan hidup manusia merupakan dari waktu ke waktu dalam membangun peradaban yang dihasilkan kaubakauslimin. Dalam sejarah kalian bisa mengidentifikati dan memahami perkembangan aspek-aspek kehudunt, sen berbagai balarg seperti agama, sosial, ekonomi, ilmu pengetahuan, seni, sastra, dan bahasa
Selain mempelajari isi sejarah, kalian diharapkan dapat mengambil hikmah yang digunakan untuk menyikapi permasalahan pada masa sekarang dan sebagai bekal untuk membangun masa depan. Ibrah dan keteladanan dari sejarah diharapan menjadi inspirasi positif untuk menyelesaikan dan menyikapi kenyataan sosial, politik, budaya, ekonomi, seni, dan ilma pengetahuan dalam membangun peradaban.
 untuk mengatasi permasalahan hidup di masa kini dan masa yang akan datang
Kedewasaan dalam berfikir dapat ditumbuhkan. Hal ini mendorong cara pandang ke depan yang lebih luas, bertindak arif, dan bijaksana.
4. Mencintai dan bangga pada kebudayaan Islam masa lalu.
e. Melibatkan diri dalam pemeliharan hasil peradaban baik dengan mempelajarinya maupun mengambil manfaatnya.
f. Semangat mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan dapat ditumbuhkan.
g. Memupuk semangat dan motivasi untuk meningkatkan prestasi.

Tugas PAI ANDALUSIA KOTA PERADABAN ISLAM DI BARAT (756-1031 M)

Nama.  : Fadhil Dwi Atmaja
No.        : 12
Kls.       :  7 B
ANDALUSA: KOTA PERADABAN ISLAM DI BARAT (756-1031 M)
1. BANI UMAYYAH DI ANDALUSIA 
Islam masuk di Andalusia tahun 92 H. Saat itu Andalusia dikuasai oleh orang-orang Goth (Gothic). Musa' bin Nusayr gubernur Afrika Utara mengirim pasukan yg dipimpin oleh Panglima Tariq bin Ziyad pada tahun 710 M untuk melakukan penaklukan wilayah ini.
           Pasukan tersebut memperoleh keberhasilan pada tahun 712 M. Pasukan yg dipimpin Musa' bin Nusayr berhasil menuju Andalusia melalui jalan lain yg tidak dilalui oleh Tariq bin Ziyad. 
           Pada tanggal 15 Mei 756 M Abd al-Rahman al-Dakhil memproklamasikan berdirinya Imarah Umayyah II di Andalusia (Spanyol). Wilayah Islam di Andalusia dibagi menjadi 5 provinsi (vice royalty) yg dikepalai oleh seorang amir. Pusat pemerintahannya adalah Cordova.
            Kekuasaan Islam di Andalusia ini tanpa menganiaya dan tidak  ikut campur dalam urusan internal mereka. Kaum muslimin memberikan otonomi penuh dalam semua masalah keagamaan.
            Perkembangan Islam di Spanyol dapat dibagi 6 periode yaitu:
a. Periode Pertama (711-755 M)
Spanyol berada di bawah pemerintahan para wali yg diangkat oleh Khalifah Umayyah yg berpusat di Damaskus.
b. Periode Kedua (755-912 M)
Spanyol berada di bawah pemerintahan seorang yg bergelar Amir (panglima atau gubernur) akan tetapi tunduk kepada pusat pemerintahan Islam yg pada saat itu dipegang oleh Khalifah Abbasiyah di Baghdad.
c. Periode Ketiga (912-1013 M)
Periode ini Spanyol diperintah oleh penguasa dengan gelar Khalifah.
d. Periode Keempat (1013-1086 M)
Spanyol terpecah menjadi lebih dari 30 negara kecil di bawah pemerintahan raja-raja golongan / Al-Mulk al-Tawaf yg berpusat di daerah kota seperti Sevilla, Cordova, Toledo, dan sebagainya.
e. Periode Kelima (1086-1248 M)
Spanyol Islam meskipun masih terpecah dalam beberapa negara tapi mendapat suatu kekuatan yg dominan yaitu kekuasaan dinasti Murabitun dan Muwahidun.
f. Periode Keenam (1248-1492 M)
Pada periode ini Islam hanya berkuasa di daerah Granada, dibawah dinasti Bani Ahmar. Peradaban kembali mengalami kemajuan seperti zaman 'Abd al-Rahman al-Nasir. Akan tetapi, secara politik dinasti ini hanya berkuasa di wilayah kecil.

2. KEJAYAAN ISLAM DI ANDALUSIA
Baghdad, Konstantinopel, dan Cordova merupakan 3 kota yg menjadi pusat kebudayaan dunia saat itu. 
           Granada adalah tempat pertahanan terakhir umat Islam di Spanyol. Di kota itu, ada sisa-sisa kekuatan Arab dan pemikir Islam. Istana al-Hamra yg indah dan megah adalah pusat dan puncak ketinggian arsitektur Spanyol Islam.
           Beberapa bangunan dengan arsitektur Islam yg kental seperti menara Giralda, Alcazar Sevilla, Menara Emas Torre del Oro terdapat di Sevilla. Semula, menara ini merupakan minaret / menara masjid saat ini menara tersebut menjadi menara lonceng Katedral Sevilla.
           Bangunan spektakuler memiliki ornamen dinding yg memuat skrip berbahasa Arab termasuk frasa Wa La Galib Illa Allah (Tiada Pemenang Kecuali Allah SWT). 
           Torre del Oro dengan menara emasnya yg difungsikan sebagai tempat pengawasan dan pertahanan Sevilla dari serangan musuh. Rangkaian rantai raksasa yg terdapat di Torre del Oro menyambung dengan Torre de la Plata. Rantai itu digunakan untuk mencegah serangan kapal Kristen yg mau masuk kota.

3. PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN PADA MASA BANI UMAYYAH DI ANDALUSIA
Sebagian besar pengaruh kebudayaan Islam atas Eropa terjadi akibat penduduk kaum muslimin di Spanyol dan Sisilia. Kebudayaan yg paling menonjol terlihat pada munculnya para ilmuan dengan masing-masing keahlian di bidangnya.
a. Fikih
Kebanyakan masyarakat Spanyol Islam menganut Mazhab Maliki. Mazhab Maliki menjadi aliran yg populer. Ulama fikih yg terkenal adalah Ziyad ibn 'Abd al-Rahman.
b. Bahasa dan Sastra
Ulama yg terkenal dalam bidang bahasa Arab di antaranya Ibn Malik, pengarang kitab Alfiyyah, Abh 'Ali al-Syibli, Ibn Sayyidina, Ibn al-Hajj, Ibn Khuruf, Abh al-Hasab, Ibn Usfur, dan Abh Harga al- Garnati.
c. Bidang Seni dan Musik
Syair di Spanyol didasarkan pada model syair Arab. Tokoh terkenal dalam bidang musik yaitu al-Hasan Ibn Nafi yg dikenal dengan Ziryab (789-857 M). Ziryab selalu tampil dalam perjamuan dan pertemuan di Cordova.
d. Bidang Filsafat
Ibn Bajah merupakan tokoh utama dalam sejarah filsafat Arab-Spanyol. Selain dirinya terdapat Abu Bakr Ibn Tufail, penduduk asli Wady Asy, sebuah dusun kecil di sebelah Timur Granada. Pada akhir abad 12 M, muncul seorang ahli filsafat Islam yaitu Ibn Rusyd (Averroes) dari Cordova.
e. Bidang Sains
Dalam ilmu kimia dan astronomi, muncul tokoh terkenal yaitu 'Abbas ibn Farmasi. Ibrahim Ibn Yahya al-Naqqas merupakan ahli dalam astronomi. Dalam bidang obat-obatan, muncul Ahmad Ibn Ibas dari Cordova. Umm al-Hassan Ibn Abi Ja'far dan saudara perempuannya al-Hafiz adalah ahli kedokteran.
f. Bidang Sejarah
Tokoh ilmuan yg terkenal diantaranya adalah Abu 'Ubayd Abdullah bin 'Abd al-'Aziz al-Bahri dan Abh Hamid Muhammad al-MaziniIbn Jubair dari Valencia (1145-1228 M) menulis tentang  negeri-negeri muslim di Mediterania dan Sicilia. Ibn Batatah dari Tangier (1304-1377 M) melakukan perjalanan mencapai Samudra Pasai dan Cina. Riwayat Granada disusun oleh Ibn al-Khatib(1317-1374 M).

4. MEMETIK NILAI ISLAMI DALAM SEJARAH BANI UMAYYAH DI ANDALUSIA
Setelah mempelajari sejarah dari Bani Umayyah II
Diharapkan untuk bisa menerapkan nilai² penting
Seperti:
1.Kedewasaan dalam  berfikir dapat ditumbuhkan. Hal ini mendorong cara pandang ke depan yang lebih luas, bertindak dan bijaksana.
2.bangga pada kebudayaan Islam masa lalu.
3.Mencintai dan dan bangga pada kebudayaan islam.
4 mempelajari hasil dari peradaban dan mengambil manfaatnya.
5.Semangat mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan dapat ditumbuhkan.
6.Memupuk semangat dan motivasi untuk meningkatkan prestasi.